Sabtu, 28 Maret 2009

BAGAIMANA UNTUK MENJADI BAHAGIA


kata temen SMA ku yang beberapa bulan yang lalu kirim email buatku, tapi baru sempat ku baca adalah seperti ini neh:

1. kejar tujuan yang bisa dicapai

2. senyum yang tulus

3. Berbagi dengan Yang Lain

4. Bantu Tetanggamu

5. pertahankan semangat jiwa muda

6. Akur dengan yang Kaya, Miskin, Cantik dan Jelek

7. Tetap Tenang di Bawah Tekanan

8. Cairkan Suasana dengan Humor

9. Memaafkan Yang Lain

10. Berteman

11. Bekerjasamalah untuk Menuai Hasil yang Lebih Besar

12. Hargai Setiap Detik Yang Tersayang

13. Percaya Diri Tinggi

14. Hormati Yang Kurang Beruntung

15. Sekali-kali Manjakan Diri Sendiri

16. Jelajahi Dunia Maya di kala Senggang

17. Ambil Resiko yang Sudah Diperkirakan

18. Paham Bahwa Uang Bukan Segalanya

nah, gitu tuh katanya. moga bermanfaat...

Selasa, 17 Februari 2009

semua ada hikmahnya

hari ini ku nyaris jatuh dari"Bebek" kesayanganku. Di perlimaan sebelah barat SMA 1 Solo, roda belakang bebekku di senggol manusia tak bertanggung jawab, yang tiba-tiba nyalib dari arah kiri tanpa permisi. hahh....Untung ku hanya jalan dengan kecepatan pelan, kalo ga mungkin ku akan jadi santapan mobil dari arah lawan.

seketika emosiku memuncak. spontan ku teriaki laki-laki itu dengan nada yang cukup emosional "dasar wong edan!!!" kata-kata itu muncul gitu aja dari mulutku. Ku kejar laki-laki menyebalkan itu, yang akhirnya bisa ku djajari dia di lampu merah dekat hotel Asia. Secepatnya ku maki orang itu, lalu ku geber motorku. dadaku berdegub kencang banget menahan emosi, tangan dan kakiku gemetaran. emosi sesaatku telah terlampiaskan.

sebenarnnya aku ingin menemui "Si Ndut" my boy friend untuk marah-marah. aku kesel banget, sama "Si Ndut" yang super sexy ini.. dah beberapa hari ku tunggu telp nya, tapi hape ku ga pernah bunyi. setiap kali ku tanya "kenapa ga telp?", jawabnya "lupa".

auwww..... dah seminggu dia ga telp. tiga kali ku tanya, jawabnya selalu sama. Sedih, campur kesel juga. Tapi gara-gara orang gila yang hampir membuatku mencium aspal itu, aku jadi lupa akan kemarahanku pada "Si Ndut". Tanpa ku sadari bibirku dah nyerocos tentang kejadian yang baru aja ku alami padanya, dan dengan santainya dia mengusap rambutku sambil bilang "makanya jangan emosian mulu, kamu sih marah-marah terus..."

hmmmm..... makasih ya mas-mas yang di jalan dah bikin ku lupa ma kemarahanku pada pacarku, tapi lain kali kalo jalan ati-ati dunk... jalanan milik banyak orang tuw....

Jumat, 13 Februari 2009

Kala Hujan di Jogja


Sabtu ini udara terasa begitu dingin. Awan mendung menyelimuti kota Jogja. Jalanan masih sepi. Mungkin orang-orang masih enggan bercengkerama dengan dinginnya kabut dan rintik-rintik hujan. Atau mungkin mereka masih merasa nyaman bergelut bersama guling diantara hangatnya lipatan-lipatan selimut.

Sudah sehari semalam aku mengunjungi kota ini, mencari sesuatu yang sempat hilang dari hatiku tiga bulan yang lalu, tapi tak juga kutemukan. Aku berjalan menyusuri jalanan menuju ke arah terminal bus antar kota. Sejenak kupandangi sekelilingku. Tidak ada yang berbeda. Hanya kali ini aku harus meninggalkan Jogja tanpa diantar oleh siapapun, melainkan aku harus pergi sendiri.

Aku segera naik ke dalam bus jurusan Jogja-Surabaya. Aku ambil posisi tempat duduk paling depan. Ku rebahkan tubuhku di sandaran kursi. Sayup-sayup terdengar alunan suara merdu Glenn Fredly terdengar memecah kebisuan penumpang yang tenggelam dalam dinginnya udara karena hujan. Januari. Lagu lama yang cukup menyentuh hati itu dibawakan begitu apik, hingga mampu membawa angganku melayang cukup jauh. Mataku terpejam. Pikiranku melayang akan kenangan bersamamu di sudut kota ini.

"Kamu mau ngomong masalah apa? Cepatlah bicara, aku harus segera kembali ke kampus. hari ini aku ada kuliah." Katamu tiga bulan yang lalu mengawali pertemuan kita yang sempat menjadi bisu.


Aku masih terdiam. Tertunduk lesu, tidak tahu harus berbicara apa. Aku capai. Aku baru saja datang dari luar kota. Tidakkah kamu ingin mengelusku atau meminjamkan sejenak pundakmu, agar aku bisa melepaskan penat? Aku kangen pada kebersamaan yang telah kita jalani selama tiga tahun lebih.

"Kenapa diam? Ayolah jangan buang-buang waktu", lanjutmu.

Sejenak ku tatap wajahmu. Tak ada lagi senyum. Hanya warna merah membakar wajahmu seakan kamu begitu tidak berkenan dengan kehadiranku di tempat ini. Aku tersenyum.

"Apa kabar? Bagaimana ujianmu hari ini?", kataku berusaha mendinginkan suasana.

"Ya belum taulah. Kan ujiannya baru saja dilaksanakan tadi, mana aku tahu ujianku berhasil atau nggak", jawabmu begitu ketus.

Miris. Ada rasa sakit terasa begitu menyayat hatiku. Kamu telah berubah. Kamu bukan orang yang pernah ku kenal beberapa tahun yang lalu, yang tidak pernah berani membentakku apalagi membuatku menangis. Hilang kata-kata penuh kelembutan yang selama ini selalu kamu tebar menghias indahnya hari-hariku. Dulu kamu selalu tersenyum, meskipun aku selalu marah-marah setiap kali apa yang kamu lakukan tak berkenan di hatiku.

"Kamu masih marah sama aku?" ucapku mencari kepastian.

"Aku nggak marah. Bukannya kamu yang marah dari kemarin?", jawabmu.

"Kita harus bicarakan hubungan kita. Aku nggak mau seperti ini. Sakit." Kataku sambil menahan rasa yang begitu mencekik dikerongkonganku.

"Apalagi yang harus dibicarakan?" tanyamu sambil memandangku.

"Kamu masih sayang kan sama aku?", tanyaku lirih.

"Sudahlah…." Jawabmu singkat.

"Kenapa?", kejarku.

"Kamu nggak ngerti, hatiku sudah sakit banget. Aku capai, aku pengin suasana lain", katamu dengan terus memandang langit-langit ruangan yang terasa tak menarik bagiku.

Aku terdiam sejenak. Kurasakan rasa sakit yang amat sangat menjalar di seluruh pembuluh darahku. Nafas ini seperti tersendat. Aku yakin, kamupun merasakan rasa yang amat sangat sakit seperti ini. Karena aku percaya bukan hanya aku yang terluka.

"Kenapa? Apa aku begitu bersalah hingga kamu tak ingin memperbaiki semua ini lagi?", ucapku lirih.

"Aku capai kamu selalu marah, kamu selalu nggak percaya sama aku", katamu dengan lirih pula.

"Bagaimana aku bisa percaya? Kamu selalu banyak alasan setiap kali aku ingin bertemu denganmu. Kamu bilang, kamu nggak boleh membawa cewek ke kos kamu. Tapi buktinya kemarin nggak apa-apa kan waktu kamu membawaku ke sana? Kamu bilang, kamu diawasi oleh tante kamu disini. Kenapa kamu harus takut? Bukankah orangtuamu sudah menyetujui hubungan kita? Kenapa pula kamu selalu beralasan setiap kali aku ingin kamu datang menemuiku? Sebegitu sibukkah kamu dengan tugas kuliahmu, sampai kamu nggak pernah punya waktu untukku? Kamu pikir aku beda denganmu? Nggak. Aku juga kuliah, aku juga punya tugas sepertimu. Aku nggak minta kamu setiap hari untukku, bukan berarti pula sampai beberapa bulan kamu boleh nggak menemuiku seperti ini." Nada protesku begitu panjang. Seakan pertanyaan yang sekian waktu terpendam dalam batinku meluap menenggelamkan suasana yang begitu panas.

"Sudahlah, nggak ada lagi yang perlu dijelaskan. Keputusanku sudah bulat. Aku ingin berkonsentrasi pada kuliahku. Aku ingin sendiri saat ini, tidak ingin terganggu dengan apapun", katamu seakan memupus harapan yang sudah ku bawa berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

"Lalu bagaimana dengan hubungan kita? Tiga tahun lebih kita jalani semua ini. Banyak hal sanggup kita hadapi, kenapa kali ini tidak?" Masih saja aku mencari kepastian diantara sesuatu yang sudah terasa begitu pasti.

"Kamu tidak pernah tahu seperti apa perasaanku selama ini. Sudahlah kamu harus pulang, sebentar lagi sore. Nanti kamu kemalaman sampai di rumah. Akupun harus segera kembali ke kampus, aku ada praktek hari ini." Ucapmu seakan ingin mengakhiri pembicaraan juga pertemuan kita.

Aku terdiam. Ku tatap wajahmu dalam-dalam. Aku berharap bisa menemukan jawab akan pertanyaanku selama ini, mengapa kamu ingin mengakhiri semuanya? Akan tetapi tidak secuilpun jawaban ku temukan di sana, seakan aku tak lagi mengenalmu. Kamu benar-benar berbeda. Bukan teman SMAku yang jail. Bukan pacarku yang selalu penuh kejutan. Tapi kamu seperti tenggelam. Tenggelam oleh dirimu yang baru saja terlahir kembali.

"Hei, sudahlah jangan menagis. Masih ada orang yang lebih sempurna yang mampu membahagiakanmu," katamu sambil mengusap air mata yang tak ku sadari telah membasahi kedua pipiku.

"Aku sayang sama kamu, tapi kali ini aku hanya bisa menyayangimu sebagai teman dan adik saja" lanjutmu.

Aku masih saja membisu. Tiba-tiba kamu mencium keningku, masih terasa seperti hari-hari kemarin. Senyumpun mulai terlihat dibibirmu yang sejak tadi terasa begitu kaku. Ada rasa aneh tiba-tiba menjalar di seluruh pembuluh darahku. Aku seperti menemukanmu kembali. Kali ini aku kembali percaya bahwa kamu nggak pernah pergi dari dalam hatiku. Karena apa? Karena senyum itu masih terasa begitu manis dimataku.

"Hahahaha…." Tiba-tiba saja tawa itu begitu lepas keluar dari kedua bibir kita. Aneh. Aku tidak mengerti kenapa tawa itu bisa mengalir begitu lancar, kemana rasa sakit yang tadi terasa begitu mendera hati kita?

"Ayo ku antar kamu menunggu bus." Ucapmu menghentikan tawa kita.

Kamu bergegas mengantarku ke terminal bus antar kota. Tidak banyak yang kita bicarakan sepanjang jalan. Kita tenggelam dalam kebisuan dan fikiran masing-masing.

"Itu bus yang biasanya kamu naiki. Masuklah, sebelum busnya penuh dengan penumpang", katamu setelah sampai di terminal bus.

"Nanti saja kalau busnya sudah mau jalan. Lagian tidak mungkin busnya penuh. Kalau sudah sore begini bus Jogja-Surabaya biasanya sepi." Kataku beralasan, padahal sebenarnya aku hanya tidak ingin berpisah denganmu.

"Ayolah, Aku harus segera kembali ke kampus. Setengah jam lagi aku ada praktek. Aku tidak boleh terlambat", ucapmu memohon kepadaku.

"Tapi aku masih ingin bersamamu", kataku lirih.

"Kamu nggak usah manja-manja lagi. Ingat, aku bukan cowokmu lagi. Kamu harus pulang sekarang!!!" Katamu dengan suara tinggi seakan begitu emosi dengan sikapku yang belum juga berubah.

Aku kaget, baru kali ini aku mendengar kamu bisa membentakku. Mataku mulai berkaca-kaca. Tawa yang baru saja lepas dari bibir kita seakan telah kembali berlari menjauh. Benarkah aku sudah kehilanganmu?

"Ya sudah, pulanglah. Nanti kamu terlambat kuliah," kataku sambil berpaling berusaha menyembunyikan air mata yang tak lagi bisa ku bendung.

"Kamu masuklah dulu ke dalam bus. Aku akan disini menunggu busnya sampai berjalan. Kamu harus pulang," katamu memohon kepadaku.

"Aku pasti pulang, kamu nggak perlu khawatir." Aku berusaha meyakinkanmu bahwa aku tidak akan apa-apa tanpamu.

"Kamu jangan keras kepala. Ayo naik bus! Jangan buat aku menjadi marah lagi sama kamu!" Kali ini suaramu begitu keras.

Ku tatap sejenak wajahmu. Rona merah itu kembali menyala membakar wajahmu. Aku berlari meninggalkanmu menuju arah bus dengan membawa segenap rasa kecewa yang tak pernah bisa kulukiskan. Sesampainya dipintu bus aku membalikkan badanku. Ku lihat kamu bejalan sedikit tergesa ke arahku. Aku masih terdiam. Menahan sakit yang teamat sangat menganjal di setiap persendianku.

Perlahan bus mulai berjalan meninggalkan pelataran parkir terminal. Aku masih memandangimu dari kaca, melihatmu yang terus berjalan mengikuti arah bus. Kali ini benar-benar ada yang hilang. Jarak itu terasa semakin menjauh, dan tiba-tiba tubuhmu menghilang. Aku berusaha mencarimu di setiap sudut kota yang mulai gelap oleh mendung. Rupanya matahari sudah enggan membantuku menemukanmu. Aku terduduk lemas di atas kursi dan mulai menyadari bahwa semua memang sudah berakhir.

"Mbak, mbak …", ada suara terdengar mengagetkan di sampingku.

Aku menoleh. Ada seorang kondektur berdiri disampingku membawa segelas air mineral. Aku tersenyum, sambil ku usap air mata yang tak kusadari telah mengalir membasahi kedua pipiku. Aku baru tersadar, kalau aku baru saja teringat kejadian memilukan tiga bulan yang lalu. Cepat-cepat ku ulurkan selembar uang puluhan ribu ke arahnya untuk membayar karcis dan menerima minuman yang diberikannya. Diapun menerimanya sambil tersenyum.

"Dari mana atau mau kemana Mbak?", tanyanya berusaha memecah kepiluanku.

"Mau pulang Pak." Jawabku sambil terus berusaha mengembangkan senyum.

"Ooo…. Habis bertemu dengan pacarnya ya Mbak? Perpisahan itu biasa Mbak, tidak perlu ditangisi. Kan besok masih bisa bertemu lagi", katanya berusaha menebak hatiku. Mungkin ia memperhatikan aku yang tidak sadar sudah menagis dari tadi.

"Ah, nggak Pak. Lagunya Glenn dalam banget. Nggak sadar saya terhanyut dalam lantunan suaranya", aku berusaha mengelak.

Ia hanya tersenyum. Kemudian berlalu meninggalkanku. Aku menghela nafas panjang-panjang. Berharap mampu mengubur kenangan buruk itu dan mengumpulkan kembali sisa-sisa semangatku yang sempat menghilang beberapa waktu.

Selamat tinggal Jogja. Aku titipkan separuh hatiku disini. Semoga saja kamu bisa menjaganya dan tidak akan membuatnya kembali tersayat. Aku tidak tahu kapan lagi aku akan menginjakkan kakiku disini. Mungkin besok kalau aku sudah bisa membalut luka ini, atau mungkin aku tidak akan pernah mengunjungimu lagi.

Sabtu, 31 Januari 2009

KIAT MENINGKATKAN KEMESRAAN DALAM HUBUNGAN PERCINTAAN


  1. Lakukan sesuatu yang baik dan menyenangkan pada diri anda dan kemudian lakukan hal yang sama pada pasangan anda.

  2. Belajarlah mencintai diri anda sendiri dan cintailah pasangan anda seperti anda mencintai diri anda.

  3. Pikirkan saat-saat yang indah dengan pasangan anda dan pikirkan saat-saat itu lagi.

  4. Maafkan diri anda untuk kesalahan-kesalahan anda dan bergeraklah tanpa penyesalan. Kemudian ciptakan saat-saat indah yang pernah anda lalui dengan pasangan anda kembali.

  5. Tetapkan tujuan cinta anda dan mulailah mengatur jalan baru anda untuk mengatur arah perubahan yang anda harapkan.

  6. Tunjukkan sisi anda yang paling lucu pada pasangan. Senyum dan senyum lagi. Kembangkan sikap positif dengan melihat sisi terang untuk perubahan.

  7. Jalani hidup dan cinta sampai sepenuh-penuhnya.

  8. Jangan biarkan perselisihan merusak cinta anda. Jangan biarkan waktu anda habis untuk memupuk pertengkaran, dan jangan sungkan untuk minta maaf.

  9. Jangan membiarkan perilaku negative memerintah kehidupan anda.

  10. Rawat diri secara baik. Pikirkan dari tubuh yang sehat akan diterjemahkan menjadi cinta yang sehat pula.

  11. Tidurlah yang pulas. Karena dengan tidur yang pulas berarti anda menyayangi diri anda sendiri. Andapun punya banyak hal untuk ditawarkan pada pasangan anda.

  12. Sediakan waktu untuk memberikan hadiah yang tulus kepada cinta dengan memberikan banyak pujian. Jalan menuju cinta dibangun dengan komitmen untuk dermawan kepada pasangan.

  13. Limpahkan ungkapan cinta kepada pasangan anda karena kita akan merasa dekat dengan orang-orang yang membuat kita merasa senang.

  14. Pupuk cinta anda dengan kehangatan dan itikad baik dengan memberi panghargaan, hal ini akan mengilhami pasangan untuk membahagiakan anda.

  15. Cari dan temukan kebaikan dalam pasangan anda. Hal ini akan medorong anda untuk membuat pilihan yang lebih baik lagi.

  16. Sediakan waktu untuk pelukan dan belaian sayang setiap hari. Sentuhan hebat anda berkhasiat pada penyembuhan.

  17. Nikmatilah cinta anda dengan merencanakan hal-hal istimewa dengan pasangan anda.

  18. Katakan kepada pasangan, anda ingin menyukai apapun yang dia sukai. Lewatkan sepanjang hari untuk berdua dengannya.

  19. Buat kencan berdua dengan makan malam yang istimewa dan tempat yang istimewa.

  20. Kirim kartu ucapan mesra tanpa sebab dan berikan kejutan-kejutan tak terduga.

  21. Pupuk cinta anda dengan kasih sayang, pengertian, penerimaan dan pemaafan.

  22. Bicaralah secara terbuka dan jujur tentang perbedaan kemudian carilah solusi secara bersama.

  23. Pondasi cinta yang baik adalah kepercayaan dan kepercayaan, karena percaya adalah penenang yang hebat dalam hubungan yang baik.


(tabloid wanita Aura)

7 Tanda Si Dia Jatuh Cinta

Apakah saat ini Anda sedang 'dekat' dengan seorang pria, namun Anda tidak tahu pasti tentang perasaannya? Memang hal yang menyebalkan apabila si dia tak kunjung menyatakan rasa sukanya. Ada kalanya berdekatan dengan si dia atau hanya melihat senyumnya Anda sudah merasa berdebar. Sebagai wanita Anda tentu merasa si dia harus memulai terlebih dahulu. Namun rasa ingin tahu tentang perasaan si dia selalu datang menggelitik bukan?
Jangan khawatir. Berikut ada tujuh tanda yang bisa Anda amati untuk mengetahui perasaan si dia. Ada baiknya Anda tahu sebelum si dia benar-benar menyatakan cintanya. Siapa tahu dengan cara ini Anda bisa membuatnya makin jatuh cinta pada Anda.

  1. Dia sering menyebut nama Anda
    Anda mungkin sering bercanda atau sekedar ngobrol santai dengannya. Coba anda perhatikan, seberapa sering si dia menyebut nama Anda dalam perbincangan itu. Apabila si dia memang jatuh cinta pada Anda, ia akan sering menyebut nama Anda. Baginya mungkin nama Anda sangat nyaman didengar oleh telinganya. Sehingga ia sering menyebutkannya. Anda juga sering menggumamkan lagu kesukaan bukan? Nah, begitulah chemistry yang terjadi pada si dia. Nama Anda bak lagu kesukaan yang selalu ingin didendangkan sepanjang waktunya.


  2. Si Dia selalu berusaha berdekatan atau menyentuh Anda
    Ok, ini tanda bahwa si dia memang menyukai Anda. Si dia akan selalu berusaha untuk selalu dekat dengan Anda. Dengan sengaja atau tidak dia selalu ingin menyentuh Anda, entah melalui belaian, bersinggungan bahu, menyenggol kursi Anda atau hal lainnya. Jangan berpikiran negatif dulu. Ini wajar dilakukan olehnya, karena si dia memang merasa nyaman saat di dekat Anda.


  3. Terkadang si Dia akan pura-pura cuek terhadap Anda
    Jangan merasa diabaikan apabila ia terkadang cuek terhadap Anda. Ada kalanya ia ingin mengetahui perasaan yang sebenarnya. Mungkin ia merasa perlu meyakinkan dirinya tentang rasa suka di dalam hatinya. Atau ia merasa gugup setiap ada di dekat Anda. Mungkin juga ia takut Anda malah mengabaikan dirinya apabila Anda tahu ia jatuh cinta pada Anda.


  4. Si Dia selalu menghindar saat Anda ingin tahu tentang cerita cinta masa lalunya
    Apabila saat ini Anda dan si dia bersahabat, maka dia akan menghindar apabila Anda ingin tahu cerita cinta masa lalunya. Bukan karena ia tidak jujur. Namun ia hanya ingin menjaga perasaan Anda. Cobalah mengerti maksud baik si dia. Yang diinginkannya adalah membuka suatu lembaran baru. Bukan menyakiti Anda. Si dia mungkin juga tak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan kekasih lamanya. Nikmati saja cerita cinta Anda.


  5. Si Dia mengabaikan teman wanita lainnya saat berada di samping Anda
    Apabila si dia lebih memperhatikan Anda ketimbang teman wanita lainnya, ini adalah tanda pasti ia sedang jatuh cinta dengan Anda. Ia akan berusaha memberi perhatian lebih pada Anda, entah pandangan matanya, atau arah pembicaraannya. Ini berarti si dia memang jatuh cinta. Anda patut berbangga karenanya.


  6. Dia selalu ingin tahu reaksi Anda
    Ia mungkin tipe orang yang pendiam, atau tipe orang yang kocak dengan humor-humornya. Coba Anda perhatikan, saat ia sedang bercerita tentang suatu hal siapakah yang pertama kali dilihatnya. Pada umumnya pria akan lebih sering menatap orang yang disukainya saat berbicara. Apabila hal ini terjadi pada Anda, balas tatapan matanya dengan hangat. Sehingga ia akan merasa lebih nyaman dan diterima oleh Anda.


  7. Si Dia berusaha mencari tahu tentang kehidupan pribadi, terutama cerita cinta Anda
    Entah bertanya secara langsung, atau mencari tahu dari orang lain, si dia akan terus memburu cerita cinta Anda. Hal yang akan ia lakukan adalah mencari tahu siapa yang sedang dekat dengan Anda saat ini. Bagaimana status Anda saat ini. Atau siapa yang sedang Anda sukai. Bagi si dia ini sangat penting. Informasi yang ia cari adalah bekal untuknya dalam melakukan aksi selanjutnya. Berikan saja informasi atau cerita yang sekiranya tidak terlalu pribadi dan tidak mengganggu Anda. Tetap berhati-hati, karena tidak semua rahasia pribadi Anda harus Anda beberkan pada orang yang Anda sukai. Berikan informasi sedikit demi sedikit sehingga si dia semakin tertarik dan merasa penasaran terhadap Anda. Pria memang suka tantangan.
    Bagaimana apakah tanda-tanda ini ada pada si dia? Apabila jawabannya iya, ini saatnya bagi Anda untuk membuat si dia lebih tertarik. Namun apabila ini tidak terjadi pada Anda, jangan khawatir. Suatu saat Anda akan merasakannya. Setiap wanita berhak merasakan jatuh cinta dan dicintai.


(KapanLagi.com)

Menguak Tanda-Tanda Pria Selingkuh

Kaum hawa harus mengenali tanda-tanda pria selingkuh. Tak hanya John Edwards saja, satu-satunya pria yang selingkuh saat ada seorang wanita menakjubkan di sisinya. Setiap pria berpotensi selingkuh lantaran biasanya mereka lebih mudah tergoda dengan penampilan fisik dan rayuan maut wanita. Nah, agar Anda dapat jeli membaca tanda-tanda pria berselingkuh, Cosmopolitan memaparkannya.

  1. Tak membiarkan Anda mengutak-atik barang eletroniknya
    "Saat seorang pria takut terbongkar kebohongannya, dia akan lebih melindungi barang-barang elektroniknya, seperti telepon genggam atau komputer. Langkah tersebut dilakukan lantaran dia tidak ingin pasangannya menemukan email, IM chats, SMS, atau panggilan terakhir di telepon selulernya," ucap Belisa Vranich, PsyD, psikolog di New York City.
    Jadi jika seorang pria tengah selingkuh, dia akan menjaga barang-barang eletroniknya atau takkan membiarkan Anda mengutak-atik telepon genggam maupun komputernya. Bahkan dia telah mengganti passwords komputer yang pernah diberikan pada Anda, dan dia akan mengelaknya.
  2. Si dia lebih mengurus diri
    "Ciri ini sungguh nyata dan merupakan tanda yang semua wanita mengetahuinya. Jika pasangan Anda mulai mengurus diri tanpa diminta oleh Anda, itu dapat menjadi indikasi bahwa dirinya lebih banyakmenghabiskan waktu untuk telanjang," ungkap Vranich.
    Tak hanya rajin mengurus penampilan diri baik dengan pergi ke salon atau spa, petunjuk lain yang dapat dijadikan petunjuk adalah si dia juga lebih senang menghabiskan waktunya di pusat kebugar
  3. Si dia memakai aroma parfum yang berbeda
    "Saat pasangan Anda pulang ke rumah, jika aroma tubuhnya tidak sama seperti saat pagi hari. Dan wanginya tidak sama saat dia memakai sabun di pusat kebugaran atau di rumah Anda, itu dapat ditarik kesimpulan bahwa dia mandi di tempat selingkuhannya," papar Vranich.
    Jadi Anda harus lebih perhatian, karena dalam kasus perselingkuhan, sebuah istilah mengungkapkan "hidung lebih tajam" dapat benar adanya.
  4. Si dia tidak ingin diganggu oleh Anda
    "Tingkah lakunya membuat Anda merasa ada yang tidak beres. Saat stres tengah melandanya, seks dan perhatian biasanya dapat membuat dia lebih santai. Tapi saat tengah berselingkuh, dia tak ingin diganggu oleh Anda," kata Vranich. Ditambahkan oleh Mira Kirshenbaum, penulis When Good People Have Affairs: Inside the Hearts and Minds of People in Two Relationships, "Jika pasangan Anda tiba-tiba selalu merasa bahagia, maka Anda harus mencari tahu penyebabnya."
  5. Dia jadi lebih curiga dengan Anda
    "Jika biasanya dia lembut, setiap saat dia akan mencurigai Anda dengan selalu ingin tahu kemana Anda pergi, menanyakan kondisi Anda sepanjang waktu, dan bersama siapa," jelas Vranich.
    "Kondisi tersebut dilakukannya lantaran dia sadar telah selingkuh dari Anda, dan di pikirannya Anda pun dapat melakukan hal yang sama," tambahnya.
    Satu lagi yang harus diketahui ialah meskipun kehidupan seks Anda yang baik-baik saja, Anda tetap tak boleh lengah. Sebab dapat dipastikan bahwa pria selingkuh bukan berarti kehidupan seksnya berbeda.
    "Ini merupakan kesalahan serius untuk berpikir sebuah perselingkuhan selalu berkaitan dengan kegiatan seksual. Dia hanya sedang tidak bahagia dengan hubungan Anda berdua. Bahkan, hubungan dalam kondisi mendung gelap justru semakin membuatnya bergairah dengan Anda," tandas Kirshenbaum.

(Okezone)

Kiat Ciptakan Hubungan Hangat


MENGUKUHKAN hubungan duo sejoli memang perlu sebuah strategi khusus. Kuncinya, bersikaplah mesra dan selalu hangat saat bersamanya. Kini, kamu pun selayaknya mempraktikan aksi menggapai hubungan hangat bersama si dia. Simak kiat dari Health24 berikut ini:

  1. Kejutan istimewa
    Kaum hawa paling menyukai surprise atau kejutan istimewa dari pasangannya. Misalnya, sebuah kado yang dibungkus rapi dengan kertas kado bisa menjadi pemikat hatinya saat si dia kesal akibat sikapmu yang menyebalkan. Agar lebih romantis, kamu pun bisa menyelipkan puisi yang menggetarkan hati.


  2. Sabar menanti
    Sikap sabar sering kali melekat pada sosok pria sabar. Untuk itulah kamu pun harus bisa menjadi pria sabar, terutama saat menunggu kekasih yang sedang berdandan untuk acara kencan.


  3. Bercanda ringan
    Hubungan asmara tak selamanya dijalani dengan sikap serius. Dengan bercanda ringan, kamu pun dapat membuktikan sebagai pribadi yang humoris. Selain itu sebagai sosok serius di saat menyelesaikan sebuah masalah penting.


  4. Tidak kasar saat marah
    Saat emosi meluap, tak sedikit pria mudah memperlakukan pasangannya secara kasar. Hal ini tentu saja akan mengurangi penilaiannya terhadap dirimu. Oleh karena itu, tahanlah emosi kamu dengan berdiam diri daripada bersikap kasar yang melukai hatinya.


(Okezone)