Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2009

sebuah rasa


Di antara segenap rasa yang ku punya
di antara segenap asa yang ku pendam dalam jiwa
di antara segenap perbedaan yang tak bisa buat kita jadi sempurna
aku masih saja galau dengan kenyataan yang mengoyak jiwa
jika rasa, hati dan mata tak pernah ada
mungkin tak kan pernah ada luka
tapi,
jika semua itu tak pernah ada
tak kan pernah ada pelajaran dalam hidupku

Sabtu, 31 Januari 2009

IBU

Ibu...Sembilan bulan aku bersamamu
Engkau bawa kemana pun kau pergi
Suka duka aku turut bersamamu
Betapa besar kasih sayangmu, Ibu
Ibu...Saat aku terlahir di dunia
Engkau merawat dengan kasih sayangmu
Engkau tumbuhkan cinta kasihmu dalam diriku
Engkau berikan yang terbaik untukku
Ibu...
Pelita hatiku
Belahan jiwaku
Tempat berbagi suka dan duka
Engkaulah permata dalam kalbuku
Ibu...
Kini aku tlah dewasa
Engkau bantu aku menemukan jalan hidupku
Terima kasih Ibu
Surga berada di telapak kakimu
Cinta kasihku padamu, Ibu


(solopos)

KEKASIH


Aku telah mencari selama hidupku untuk menemukanmu.
Engkau telah membuatku tersadar.
Sebelum ada kamu, Aku hanyalah seorang pria yang bodoh, seorang pria yang liar, seorang pria yang terluka.
Aku belum dijinakkan, tak mempercayai siapapun dengan hati yang lari ini.
Sekarang aku seorang pelajar dalam sekolah cintamu.
Yang duduk di kakimu, piknik di jembatan antara kita.
Engkau telah membawaku dengan tulus kepada kasih, kepada diriku sendiri, dan kepada Teman.
Engkau menungguku dengan sabar sampai hatiku bernafas lagi.
Aku seperti seorang pria yang merasa lapar ketika berpuasa.
Sekarang aku menunggu kedatangan setiap kursus yang sangat indah darimu.
aku dapat melihat ke dalam matamu dan melihat mataku sendiri.
Aku dapat berenang dalam keabadian cinta yang terbukadiantara kita.
Ketika yang terkasih menatap kembali kepadaku dengan kerinduan yang seperti itu.
Engkau tahu dan Ia mengetahui bahwa aku telah tersesat tanpa engkau berdua.
Dulu, aku adalah pria yang liar, priayang bodoh, pria padang pasir.
Berpikir bahwa aku sendirian dan harus melakukannya sendiri.
Berbangga dan bertarung sendirian melawan padang pasir dalam diriku, dengan bodohnya berpikir bahwa itu tak akan mungkin bisa membunuhku.
Akhirnya oasismu mendekat.
Jiwaku meminta kejujuranku.
Aku pulang ke rumah untuk mengetahui apa yang telah hilang.
Untuk menemukan apa yang pura-pura tidak aku perlukan.
Jadi engaku jinakkan pria yang bodoh ini dengan kelembutan dan kecantikan.
Engkau mengajarkan kepadaku hadiah-hadiah yang manis dan keberanian untuk mencintai
Denganmu aku berjalan keluar dari neraka-neraka yang telah ku ciptakan sendiri.
Anak-anak tertawa, kebun-kebun melambai.
Denganmu aku berjalan menyusuri jalan menuju surga.

(Chuck Spezzano – Kiat Jitu Menemukan Cinta Sejati)

"KUPU-KUPU"

En9kau SEperTi Kupu-kuPu keciL
MenaRi-nAri di SetiAp KuncUp-KuncUp bun9Aku
IndaH 'N be9iTU menarIK unTUk ku PandaN9i
TetaPI terKadan9,
kakiMU teRlaLU kuAt meN9injaKKu
Hin99A seriN9 robeKan-roBekaN keciL meLukai KeloPAkku
seMakiN beSAr NiatKU untUK mena9KApmu
EngKaupuN semaKIn Tin99I TerBaN9 MelayaN9
AKu Tak Men9erTi SedaN9 men9OdaKu kaH en9Kau?
AtaUKah Sen9aJa daTan9 unTUk men9aMbiL maduKU?
AtaU mun9KiN eN9kaU daTan9 unTUk men9HIburKU?
KuPu-kuPU
WaLau en9Kau Be9iTU keciL
NamUN akU men99aNTun9 BerJUta HArap PadamU
Jan9an PErNah en9Kau Per9i
daRI setIap buN99a-bun99Aku '
N jan9an Pula en9KAu pernAh beRHenTi
MembuAT haRI-haRiKU terAsa IndaH